Sabtu, 09 Agustus 2014

Petualangan adalah Pergi Tanpa Titik Tujuan

Siapapun berhak pulang, siapapun berhak tersesat, siapapun berhak minggat, siapapun berhak menemukan satu, dan kehilangan sejuta..
Beberapa teman sudah mendahului pulang kembali ke rahim. Ada teman SD, teman SMP, teman SMA, teman nongkrong di warung, teman minum kopi malam malam.
Tak ada lagi kata-kata yang pantas rasanya. Ingin selesai dengan hidup ini, bukan menjawab dengan tangis. Katanya ini adalah tradisi kehidupan, katanya ini adalah perayaan terhadap hari-hari dibawah matahari entah apa.
Katanya bukan masalah kematiannya tapi apa penyebabnya. Kenapa kamu mati dijalan. Jika kamu tertabrak, siapa pelakunya, kemudian apakah dia akan ditangkap, apakah dia akan diadili, diampuni atau dihukum. Jika kamu mati tertabrak apakah ada yang menolongmu? kamu mati apakah pure dampak karena tertabrak atau karena terlalu lamanya pertolongan yang datang.
Lalu setelah kematian itu, apakah ada sebuah pemikiran atau kesadaran baru tentang semua kondisi diatas. Siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, mengapa bagaimana. Jadi apa yang dibalik matimu sudah pasti itu?
Hidup adalah bagian terbaik dari mati.
Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi
Masing-masing berpisah tanpa sempat mengucap kata pisah. Jangan bayangkan adegan kau tergolek pasrah, ucapkan kata terakhir dengan musik latar megah nan menusuk hati. tak ada sensasi romantis.
Kematian adalah Mercusuar. Suar paling tinggi nan paling jujur. Maka mujurlah orang yang mati, karena dia kembali kepada Kejujuran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar