sebelum berangkat sekolah selalu disempati menghisap beberapa batang rokok agar menenangkan ketika menjalani rutinitas sehari hari yaitu menuntut ilmu di sekolah. memang sempat terjadi konflik antara gue dan teman tapi itu tidak berlangsung lama dan hanya dikarenakan masalah wanita, memang bodoh sekali hanya karna wanita sampai terjadi gesekan sahabat . bodoh!
ketika itu hari selasa gue berangkat sekolah menggunakan kuda besi tahun 1984 dengan tidak perasaan mengganjal sedikit pun aku melangkah bersama kendaraan tersebut menuju sekolah. sembari bersenandung lagu lama aku nikmati perjalan itu dengan senang. saat hampir setengah perjalan sebuah minibus bernama Innova berhenti dihadapanku tanoa adanya pemberitahuan terjadilah sedikit tabrakan dan lengan kiriku menjadi korbannya.
selang beberapa waktu sempat terjadi jalinan obrolan dengan teman soal Tuhan. gue sampe sekarang belum mampu menalarkan Tuhan itu ada atau tidak mungkin ini penyebab kecelakaan terjadi. dengan sebatang rokok dikamar mandi gue dan teman memulai percakapan tentang tuhan . satu yang tak pernah gue percaya yaitu azab. mereka bilang ketika gue bicara asal akan ada azab terjadi.
dijalan melalui halaman hijau tanpa membingungkan, uang dan hal yang sulit, semua yang kita lakukan hanyalah sepenggal usaha agar menjadi lebih baik.
lekas pulang sesudah berkumpul sebentar dirumah kawan lama. ketika dijalan kenapa gue mengingat seseorang yang berteka teki. dia anggun mempesona dengan kesederhanaan penuh yang tercipta mungkin ini gejolak masa muda. sepertinya aku selalu memikirkan itu tanpa sadar. tiba tiba mobil Jazz menabrak ku tepat kearah trotoar hingga menyebabkan bibirku cacat yang tak berujung. mungkin aku sekarang percaya bahwa azab itu ada.
"aku berjanji tak akan sembarangan ketika menggunanakan lisan. semoga ini tidak berkelanjutan dikemudian hari...."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar